National Curriculum (Tumbuh Primary School 1 and 2)

A. Kurikulum

SD Tumbuh mengembangkan Kurikulum Nasional yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan pengayaan pada isi materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dan konteks sekolah, keluarga, budaya, dan dunia. Pengayaan juga dilakukan pada mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris dengan mengacu pada Cambridge International Primary Program (CIPP) dimulai dari kelas Preparatory sampai dengan kelas 6.

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran.  Struktur kurikulum SD tumbuh terdiri dari tiga komponen, yakni komponen mata pelajaran , muatan lokal, dan pengembangan diri.

Untitled

B. Language Policy

  1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu dan bahasa pengantar utama
  2. English dipelajari sebagai bahasa asing dan sebagai bahasa pengantar pada pembelajaran CIPP
  3. Bahasa Jawa sebagai pengayaan, dipelajari sebagai Muatan Lokal

C. Pendekatan Pembelajaran

1. Pendekatan inkuiri

Proses belajar yang didorong oleh keingintahuan siswa untuk mencari dan menggunakan berbagai sumber pengetahuan, informasi, serta ide-ide dengan tujuan menemukan atau memperdalam pemahamannya mengenai suatu masalah, topik, atau issu.

2. Enam Unit Program Inkuiri di SD Tumbuh yang dipelajari sepanjang tahun oleh semua kelas

  1. Who we are
  2. Diversity
  3. Indonesia
  4. Our earth
  5. Technology & Innovation
  6. Entrepreneurship

3. Classroom setting 

Sekolah percaya bahwa lingkungan adalah sumber belajar yang efektif. Maka lingkungan sekolah beserta ruang kelas perlu di-setting untuk mendukung siwa belajar secara akademik, personal, maupun sosial.       

D. Program Pembelajaran Pendukung

  1. Assembly: siswa berkumpul bersama setiap Senin pagi pukul 07.30 – 8.00 untuk mengikuti kegiatan meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, menghormati bendera, pembacaan Pancasila dan mempelajari suatu topik khusus yang kontekstual.
  2. Mini trip: kunjungan ke tempat-tempat yang bisa menjadi sumber belajar ana
  3. Resource person: mengundang orang dengan pengetahuan dan ketrampilan spesifik untuk jadi sumber belajar bagi anak, mis: pelukis, wartawan, petani, dan lain-lain.
  4. Multiage activity: sesekali bergabung dengan kelas yang lebih tinggi atau lebih rendah untuk mengembangkan kemampuan peer tutoring, kerjasama, bahasa, dan lain-lain.
  5. Library visit: kunjungan ke perpus untuk melakukan kegiatan book browsing, project using i- pad, membuat review atau tugas-tugas lainnya.
  6. Parents participation: orangtua mengajar di kelas pada akhir semester sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
  7. Family books collection: siswa secara bergiliran membawa koleksi buku-buku dari rumah agar bisa berbagi dan menjadi bahan bacaan bagi siswa lain
  8. Swimming: Kegiatan berenang dilakukan setiap kelas dalam pelajaran olahraga satu kali setiap bulan di kolam renang yang dipilih sekolah.