Rules and Policies (Tumbuh High School)

BEHAVIOR MANAGEMENT

Tata Tertib Siswa Tumbuh High School

  1. Siswa menghargai dan menghormati semua warga sekolah dan aturan sekolah yang ada.
  2. Siswa melaksanakan tata tertib kelas sesuai kesepakatan kelas beserta konsekuensinya.
  3. Siswa mengikuti aturan pemakaian seragam/pakaian di lingkungan sekolah.
  4. Siswa datang ke sekolah tepat waktu.
  5. Siswa mengikuti setiap kegiatan pembelajaran dan kegiatan-kegiatan lain yang disusun oleh sekolah dengan baik dan tepat waktu.
  6. Siswa bertanggung jawab atas barang milik pribadinya dan atas fasilitas sekolah yang digunakan dengan menjaga dan merawatnya. Segala kehilangan atau kerusakan menjadi tanggung jawab siswa dan orang tua apabila hal itu terjadi atas kelalaian siswa.
  7. Siswa diijinkan menggunakan laptop, kamera, hp atau gadget lain untuk kebutuhan pembelajaran dengan ijin dan pengawasan dari guru. Resiko atas penggunaan, mis. kerusakan atau kehilangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab siswa yang menggunakan.
  8. Siswa dilarang menggunakan gadget untuk kepentingan di luar pembelajaran. Penyalahgunaan gadget dapat berakibat penyitaan oleh sekolah untuk waktu tertentu.
  9. Siswa yang membawa HP wajib menitipkannya pada homeroom teacher, dan hanya boleh diaktifkan sepulang sekolah.
  10. Siswa menghindari segala bentuk kekerasan dan bullying (fisik, verbal, cyber) terhadap semua warga sekolah.
  11. Siswa dilarang menyalahgunakan fasilitas sekolah. Fasilitas sekolah seperti komputer, lcd projector, speaker, dll. digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan pembelajaran siswa.
  12. Siswa dianjurkan untuk tidak membawa makanan tidak sehat, seperti makanan ber-MSG, berpengawet, atau berpewarna.

Tata tertib ini disusun untuk memastikan bahwa proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan bermakna demi terpenuhinya hak dan kewajiban anak. Hal-hal yang belum tercantum dalam peraturan tata tertib ini diatur oleh sekolah.  Peraturan tata tertib sekolah ini berlaku sejak diumumkan dan wajib ditaati oleh seluruh siswa.

 

POLICIES

Penggunaan Bahasa

Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu digunakan sebagai bahasa utama dan bahasa pengantar pembelajaran. Bahasa Inggris dipelajari sebagai bahasa asing, yang pengembangannya diarahkan sebagai bahasa kedua, atas pertimbangan tuntutan jaman yang tidak terhindarkan sehingga pemakaiannya pun ditingkatkan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Bahasa Jawa dipelajari sebagai pengayaan, bersamaan dengan budaya Jawa, untuk mendukung pelestarian akar budaya lokal. Bahasa Asing lainnya ditawarkan kepada seluruh siswa Tumbuh High School sebagai pengayaan keterampilan berbahasa, selain itu bahasa asing juga merupakan klub/ ekstrakurikuler yang dilaksanakan di luar jam belajar sekolah.

 Dress Code

Kenyamanan dan kepantasan berpakaian mendukung siswa untuk dapat menjadi dirinya sendiri, namun tetap fokus pada proses pembelajaran di sekolah.

Pedoman umum berpakaian di Tumbuh High School adalah rapi, sopan dan nyaman, sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian siswa. Rapi dan sopan artinya pantas dikenakan di lingkungan sekolah, dengan batasan tidak terlalu ketat/pendek (minimal sebatas lutut)/ tidak transparan.

Sekolah menyusun pengaturan berpakaian sebagai berikut:

  • Hari Senin: Seragam Batik Sekolah Tumbuh (desain seragam batik bebas, dengan mengikuti pedoman yang sudah disebutkan di atas)
  • Hari Selasa: Kaos polo Sekolah Tumbuh & bawahan putih (desain bawahan bebas, dengan mengikuti pedoman yang sudah disebutkan di atas)
  • Hari Rabu: Kaos Sekolah Tumbuh warna hijau & bawahan bebas (bawahan bebas, , dengan mengikuti pedoman yang sudah disebutkan di atas)
  • Hari Kamis: Pakaian bebas, , dengan mengikuti pedoman yang sudah disebutkan di atas.
  • Hari Jumat: Pakaian batik bebas, dengan mengikuti pedoman yang sudah disebutkan di atas. (Seragam olah raga dikenakan sesuai jadwal, dengan membawa pakaian ganti yang sesuai untuk hari itu)
  • Dresscode khusus akan diberlakukan untuk acara-acara khusus, seperti Ulang Tahun Jogja, Hari Sumpah Pemuda, Kegiatan Penanaman Mangrove, Mini Trip, dll. (Pengumuman akan diberikan menjelang hari H)
  • Alas kaki: siswa wajib bersepatu saat ke sekolah. Sandal/sandal jepit tidak diperkenankan, kecuali atas alasan kesehatan (dengan menunjukkan surat keterangan dari orangtua/wali). Pihak sekolah akan mengingatkan siswa, baik secara lisan maupun tertulis apabila terjadi pelanggaran berkenaan dengan dress code)

 Penggunaan Loker

Setiap siswa di Tumbuh High School berhak menggunakan sebuah loker untuk menyimpan barang pribadi yang diperlukan selama mengikuti proses pembelajaran, namun mungkin tidak digunakan setiap saat, seperti buku-buku, laptop, pakaian ganti, dll. Tujuannya agar barang-barang tersebut tersimpan dengan aman dan rapi saat tidak digunakan, dan dapat dengan mudah diambil ketika dibutuhkan. Aturan ini dibuat demi keamanan dan kenyamanan bersama, serta untuk melatih tanggung jawab siswa.

 Penggunaan Student Organizer (SO)

Student Organizer (SO) merupakan satu bentuk sarana pembiasaan bagi siswa untuk mengelola diri dan bertanggung jawab atas proses pembelajarannya.  SO berfungsi sebagai agenda kegiatan sekaligus jurnal belajar siswa. Tujuan penggunaannya untuk mencatat tugas dan rencana kegiatan agar proses pembelajaran lebih tertata, efektif dan teratur. Selain itu, sebagai jurnal, SO bermanfaat sebagai media refleksi supaya siswa dapat memaknai setiap proses pembelajaran yang dilewati.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • SO wajib dibawa dan diperbarui oleh siswa setiap hari selama pembelajaran berlangsung.
  • SO digunakan untuk mencatat PR/tugas/project, ulangan/tes, agenda kegiatan kelas/sekolah, buku yang dibaca ketika literacy time,
  • Refleksi harian dilakukan di akhir jam belajar dan dituliskan. Refleksi dapat berisikan catatan tentang hal-hal baik yang disukai/tidak disukai, hal yang menyenangkan, membanggakan, hal yang ingin diperbaiki ataupun perasaan siswa selama proses kegiatan belajar-mengajar.
  • SO wajib ditandatangani setiap hari oleh orang tua dan homeroom teacher.
  • SO merupakan tanggung jawab siswa. Apabila hilang, diharuskan mengganti secara mandiri.

Sumber Belajar dan Bahan Ajar

  1. Sekolah tidak mewajibkan penggunaan/pembelian buku belajar dari penerbit tertentu. Perpustakaan Sekolah akan memberikan pinjaman buku teks secara kolektif (Class Set) atapun guru akan memberikan materi berupa handout/modul/lembar kerja siswa (worksheet). Guru menggunakan berbagai macam sumber belajar dan bahan ajar, tidak hanya dari satu buku dari penerbit tertentu.
  2. Tugas siswa berkaitan dengan materi ajar dan sumber belajar adalah menyediakan file folder/document keeper untuk menyimpan materi ajar secara mandiri dan bertanggung jawab. Apabila meminjam buku class set dari perpustakaan siswa wajib menjaga buku dengan baik. Penggantian atas kerusakan/kehilangan merupakan tanggung jawab siswa.
  3. Informasi mengenai silabus, materi pokok atau topik yang diajarkan akan diberikan oleh guru kepada siswa di awal proses pembelajaran. Orang tua dapat memonitor melalui siswa.

Kendaraan

Siswa Tumbuh High School yang rumahnya dekat dengan lingkungan sekolah didorong untuk mengendarai sepeda ke sekolah. Atas alasan apapun, siswa dilarang mengendarai sepeda motor atau kendaraan bermotor lain ke sekolah. Sepeda listrik diperkenankan dengan syarat orang tua menyertakan surat ijin/keterangan yang menyatakan mengijinkan putra/putrinya mengendarai sepeda listrik ke sekolah dengan mengambil tanggung jawab penuh atas siswa dan membebaskan sekolah dari resiko yang mungkin muncul atas ijin yang diberikan.

Demi keamanan, sepeda wajib diparkir di tempat yang telah disediakan dan dikunci. Segala resiko kehilangan barang/kendaraan tetap menjadi tanggung jawab pemilik.

KESEHATAN DAN KEAMANAN

Perilaku hidup sehat:

Sekolah mendorong siswa dan semua stafnya untuk mengembangkan kebiasaan hidup sehat, seperti menerapkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS), cuci tangan sebelum makan, membuang sampah pada tempatnya serta merapikan dan membersihkan ruangan setiap selesai kegiatan.

Makanan:

Sekolah mengimbau setiap orang tua untuk membawakan bekal sehat kepada anak-anaknya, sebagaimana kebijakan ini juga diterapkan di kantin/katering sekolah. Pedoman yang dapat diikuti adalah PGS (Pedoman Gizi Seimbang), makanan yang tidak  mengandung MSG, pewarna/pemanis buatan, dan yang sesuai dengan kebutuhan asupan anak. Layanan katering sekolah untuk saat ini belum dapat melayani diet khusus.

Merokok/smoking policy:

Lingkungan sekolah adalah area bebas rokok (kecuali area umum seperti JNM: Situs Kriya, Pendopo Ajiyasa, dsb). Kebijakan sekolah untuk melarang orang merokok berlaku di setiap area sekolah, dan untuk setiap staf, orang tua maupun tamu.

Sakit:

Siswa yang menderita sakit dan mungkin menularkannya pada orang lain diimbau untuk beristirahat di rumah agar lekas sembuh. Sekolah berhak meminta siswa untuk pulang apabila kondisi kesehatannya dirasa mengganggu proses pembelajaran di sekolah, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Apabila siswa mengeluh sakit saat di sekolah, guru akan memeriksa apakah siswa tersebut cukup beristirahat di UKS atau perlu dirujuk untuk pulang. Apabila siswa sebaiknya pulang/mendapat perawatan lebih lanjut, sekolah akan menghubungi orang tua/wali untuk melakukan penjemputan.

Apabila siswa absen dari sekolah lebih dari dua hari karena sakit, harap melampirkan surat dokter (diserahkan pada homeroom teacher).

Kecelakaan & Pertolongan Pertama:

Sekolah akan mengambil tindakan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan pada anak. Sekolah selanjutnya akan membawa anak ke rumah sakit dan dokter terdekat bila diperlukan dengan pemberitahuan pada orangtua. Bila diperlukan pemberian obat, maka sekolah hanya akan memberikan atas persetujuan orangtua.

PERAN ORANG TUA

Orang tua sebagai pendidik utama bagi anak telah memilih Tumbuh High School sebagai rekan sekerja dalam keberlanjutan proses pendidikan anak. Dengan demikian, orang tua diharapkan untuk mengambil peran aktif dalam pendampingan belajar anak dan dalam mendukung sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh siswa Tumbuh High School.

Peran-peran yang diambil dapat berupa:

  1. mengecek dan memonitor proses dan perkembangan belajar, seperti SO, PR, tugas, proyek, dll.,
  2. berdiskusi mengenai kegiatan pembelajaran dan kejadian di sekolah,
  3. melatih anak untuk mandiri dan mengikuti aturan sekolah yang ada,
  4. menghadiri dan berperan aktif dalam kegiatan bagi orang tua, seperti parents meeting, seminar, dll.,
  5. menjadi resource person bagi pembelajaran di kelas dan untuk pengayaan guru,
  6. menambah sumber belajar anak, mis. menerima kunjungan anak-anak ke studio seni di rumah, dapur pembuatan kue, swalayan, percetakan, dsb.,
  7. memberikan konsultasi/masukan kepada sekolah mengenai bidang khusus, mis. arsitek, wirausaha, kesehatan, dll.,
  8. berpartisipasi dalam event/perayaan khusus di sekolah, mis. open house, perayaan hari besar agama, end of semester celebration and exhibition, dll.,
  9. terlibat dalam Komite Sekolah,
  10. membangun komunikasi positif dengan semua warga sekolah.