LEADERSHIP CAMP 2021 : HOPE, HEALTHY, HAPPY!

Beberapa peserta terpilih bersama dengan Tim Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta

 

Setiap tahunnya, Tumbuh High School selalu memiliki kegiatan-kegiatan yang sangat variatif mulai dari kegiatan pembelajaran di kelas maupun kegiatan tambahan di luar ruang. Namun setahun pandemi, semua kegiatan dikemas dengan menarik meskipun banyak merubah teknis. Salah satunya adalah kegiatan Leadership Camp 2021 yang kali ini dilaksanakan secara daring dan luring. Dengan mengambil tema “Hope, Healthy, Happy”, Leadership Camp tahun ini melibatkan banyak pihak untuk diajak kolaborasi.

Acara dibuka dengan sambutan dari GKR Mangkubumi selaku Ketua Kwartir Daerah gerakan Pramuka DIY. Kemudian dilanjutkan dengan webinar berupa talkshow bersama salah satu Staf Khusus Presiden RI yakni Ayu Kartika Dewi dengan tema Remaja Asyik : Karakter, Karya dan Eksistensi. Ayu Kartika Dewi mengajak agar anak-anak jika ingin menjadi pemimpin harus mempunyai karakter baik dan karya nyata yang dapat dimulai sejak kecil, seperti membaca buku, aktif mengikuti organisasi, saling membantu sesame dan memperluas pertemanan dan mengenal budaya lain. Selain itu, membuat karya juga harus mengikuti kata hati dan juga harus memiliki karakter yang baik juga seperti jujur, empati dan toleransi yang bisa diterapkan ketika melakukan kegiatan sehari-hari seperti di rumah, sekolah dan lingkungan.

Selain itu, rangkaian acara juga mengajak kerjasama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta, dengan mengadakan workshop survival tentang Pelatihan Pemadam Kebakaran dan simulasi penanggulangan kebakaran menggunakan APAR dan Hydrant. Agenda ini dilaksanakan 2 sesi dengan masing-masing terdiri dari 5 siswa, dan siswa yang lain menyaksikan dari rumah.

 

Api Unggun dengan sistem Hybrid Learning, dari Sekolah dan dari rumah

Pelaksanaan Leadership Camp 2021 dilaksanakan mulai Senin (29/3) hingga Kamis (1/4) dengan berbagai macam kegiatan lain seperti home challenge, webinar, kegiatan kepramukaan, hingga malam keakraban. Teknisnya, ada beberapa siswa yang datang langsung ke sekolah secara bergiliran untuk mengikuti kegiatan hanya di siang hari saja dengan penerapan protocol kesehatan yang ketat, dan selebihnya peserta lain akan mengikuti rangkaian kegiatan dari rumah.