“BANANA CIRCLE” Mengantarkan Tumbuh High School sebagai Pemenang dalam Trash-Link Project dari Upcycle Ritsumeikan Asia Pacific University Japan

Sertifikat untuk SMA Tumbuh sebagai Pemenang dalam program Trash-Link Project oleh Upcycle Ritsumeikan Asia Pacific University Japan

SMA Tumbuh berhasil menjadi pemenang dalam program Trash-Link Project yang diadakan oleh Upcycle, organisasi berbasis lingkungan yang bertujuan untuk mendukung kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dari Ritsumeikan Asia Pacific University Japan.Ajang ini memberikan program mentorship selama 7 minggu dengan mendatangkan narasumber seperti Project B Indonesia, Bye Bye Plastic Bags Surabaya, dan E-Waste by RJ (Rafa Jafar).

Siswa-siswi SMA Tumbuh dengan beranggotakan Nur Muhammad Wiya Waworuntu (kelas 12 Internasional), Dimas Adjani Ismoyo Maulana Annazhief (kelas 11 Internasional), Norce Lerebulan (kelas 12 Nasional), Christopher Florensco Raditya Setadewa (kelas 11 Nasional), dan Naufal Gian Arkananta (kelas 11 Nasional), membuat proposal pengolahan sampah organik dengan latar belakang sampah organik belum dapat diolah secara maksimal di sekolah, seperti masih membuang sampah tersebut ke Tempat Pembuangan Akhir. Berbekal dari Ilmu Permakultur yang menjadi salah satu program keistimewaan dan mata pelajaran di sekolah, siswa-siswi tersebut melakukan daur ulang sampah organik dengan melakukan sistem yang disebut dengan “Banana Circle”.

Banana Circleadalah sistem pengolahan limbah organik dengan metode penyerapan residu air limbah di tanah. Sistem ini dapat dilakukan dengan menanam pohon pisang dan menggali tanah secara melingkar pada kedalaman sekitar 2 meter, kemudian limbah organik dapat dibuang di dalamnya. Tanaman pisang yang memiliki karakter ‘haus’ akan air dan nutrisi adalah tanaman yang cocok dijadikan penyaring residu limbah cair organik, sedangkan limbah organik padat dapat dijadikan kompos dengan teknik “lazy gardener”.

Banana Circle : Cara Baru Pengelolaan Limbah Sampah Organik dari SMA Tumbuh

Setelah lolos presentasi, siswa-siswi sudah bisa melakukan tahapan selanjutnya yakni menganalisis karakter tanah sekolah dan persiapan alat-alat yang digunakan, dilanjutkan dengan sosialisasi untuk seluruh warga sekolah tentang Banana Circledan pengolahan limbah organik baik di rumah maupun di sekolah, kemudian menyiapkan ladang dan menanam pohon pisang di Kawasan kebun sekolah dengan mengaplikasikan pembuangan sampah organik yang dilakukan secara berkala.

Rencananya Banana Circleakan berjalan hingga bulan Mei 2022 mendatang dan akan didanai oleh Upcycledari Ritsumeikan Asia Pacific University Japan.